YOGYAKARTA, – Kerja sama internasional di bidang penanganan lansia memasuki babak baru. Pada hari Kamis (25/6/2026), delegasi dari Fukuoka Council for Designing Society in Aging Asia (Fukuoka Council) yang dipimpin oleh Presiden Fukuoka Council, Prof. Takeo Ogawa, Ph.D., bersama jajaran pimpinan Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO), melakukan kunjungan studi banding ke lokasi binaan Ikatan Remaja Lansia (IRL), yakni Bina Keluarga Lansia (BKL) Sehat Ceria yang berlokasi di Jongkangan, Tamamartani, Kalasan.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak untuk memperkuat kolaborasi di bidang riset, pengabdian masyarakat, dan pertukaran keilmuan seputar penuaan populasi (ageing) dan kesehatan mental lansia. Berbeda dengan kunjungan seremonial biasa, kegiatan ini dikemas sebagai studi banding lapangan untuk mengamati secara langsung model pemberdayaan lansia berbasis komunitas yang telah berhasil diterapkan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menyaksikan Praktik Baik Pemberdayaan Lansia
Rombongan yang tiba di BKL Sehat Ceria disambut hangat oleh para pengurus IRL dan puluhan kader lansia binaan. Mereka langsung diajak berkeliling untuk melihat berbagai aktivitas rutin yang dilaksanakan, mulai dari senam otak, terapi okupasi untuk menjaga fungsi kognitif, hingga kegiatan produksi kerajinan tangan yang menjadi salah satu sumber ekonomi kreatif para lansia.
Prof. Takeo Ogawa, Ph.D., dan timnya mengungkapkan kekagumannya terhadap antusiasme para lansia di Kalasan. Ia menilai bahwa program BKL ini sangat sejalan dengan tujuan Fukuoka Council dalam menciptakan masyarakat yang ramah terhadap lansia (aging society).

“Kami datang bukan untuk mengajari, tetapi untuk belajar. Model pemberdayaan yang mengintegrasikan kesehatan, fungsi kognitif, dan kemandirian ekonomi ini sangat inspiratif. Di Jepang, kami menghadapi tantangan super-aging, dan inisiatif seperti BKL Sehat Ceria adalah contoh konkret solusi berbasis komunitas yang luar biasa,” ujar Prof. Takeo dalam sambutannya.
Sinergi Akademisi dan Komunitas
Rektor atau perwakilan pimpinan Universitas Respati Yogyakarta yang turut hadir menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari implementasi poin-poin dalam MoU, khususnya di bidang pengumpulan data (collecting data) dan analisis terkait ilmu humaniora, kesehatan mental, dan penuaan.
“UNRIYO berkomitmen untuk menjembatani keilmuan akademis dengan praktik nyata di masyarakat. BKL Sehat Ceria adalah laboratorium hidup bagi kami. Dengan kehadiran mitra dari Fukuoka, kami berharap ada transfer pengetahuan dua arah, sehingga pengelolaan lansia di DIY bisa semakin adaptif dan berdampak,” jelas perwakilan UNRIYO.
Ketua IRL setempat menyampaikan rasa bangga dan terharu karena program yang mereka kelola selama bertahun-tahun kini menjadi perhatian hingga tingkat internasional. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa BKL Sehat Ceria tidak hanya fokus pada kesehatan fisik, tetapi juga pada penguatan fungsi intelektual dan sosial.

Kunjungan diakhiri dengan sesi foto bersama dan pertukaran cinderamata. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang yang tidak hanya bermanfaat bagi kedua institusi, tetapi juga bagi kesejahteraan lansia di Indonesia dan Jepang.
Redaktur: IRL
Editor: IRL
